Cegah Karhutla Meluas, Serdik Sespimmen 67 Dorong Warga Perkuat Pengawasan Lahan

BERITA20 Dilihat

KUBU RAYA – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya tidak cukup mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Pengawasan lahan, keterlibatan masyarakat, serta pelaporan cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Pesan itu disampaikan Serdik Sespimmen 67 Tahun 2026 saat memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan serta mitigasi karhutla di Aula Kantor Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (14/9/2026).

Kompol Refandri, S.I.K., salah satu Serdik Sespimmen 67, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat musim kemarau. Menurut dia, karakteristik sebagian besar lahan di wilayah tersebut yang berupa gambut membuat risiko kebakaran semakin tinggi.

“Jangan membakar di musim kemarau. Masyarakat harus saling mengingatkan dan mengawasi lahan yang tidak dimanfaatkan,” kata Refandri.

Kompol Refandri mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam mengawasi aktivitas pembukaan lahan. Untuk wilayah yang masih menerapkan pembukaan lahan dengan pembakaran sesuai ketentuan, masyarakat harus memperhatikan sejumlah persyaratan, antara lain menyiapkan sekat bakar, sumber air, pengawasan, serta melaporkan kegiatan kepada pemerintah desa.

Refandri juga mengapresiasi masyarakat Rasau Jaya Umum yang telah menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia meminta praktik tersebut terus dipertahankan dan disampaikan kepada warga lainnya.

“Yang sudah tidak membuka lahan dengan cara membakar, tolong ingatkan masyarakat yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kompol Rizqi Akbar, S.I.K., mendorong masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi penggerak pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing. Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok tani, dan unsur masyarakat lainnya dinilai memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran.

Rizqi juga mengingatkan bahaya asap karhutla terhadap kesehatan dan meminta masyarakat tidak menunggu api membesar untuk melapor. Setiap kejadian kebakaran harus segera diinformasikan kepada pihak kecamatan agar dapat diteruskan kepada personel pemadam di wilayah tersebut.

“Kami berharap bapak dan ibu menjadi corong bagi masyarakat lain untuk mencegah karhutla,” kata Rizqi.

Dalam pemantauan karhutla, Rizqi menyebut kepolisian memiliki aplikasi Lancang Kuning yang digunakan untuk memantau titik panas (hotspot) di lapangan. Informasi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemantauan dini terhadap potensi kebakaran.

Kompol Rizqi juga meminta lahan-lahan yang tidak digarap dan tidak terawasi didata serta dikoordinasikan dengan pihak kecamatan. Pengawasan terhadap lahan tersebut dinilai penting karena area yang tidak terpantau berpotensi menjadi titik awal kebakaran.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti Kapolsek Rasau Jaya IPTU Sihar Lumbantoruan, S.H., Kanit Binmas IPDA Rudi Syafrudin, para Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Rasau Jaya, MPA Desa Rasau Jaya Umum, perangkat desa, masyarakat, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Selain sosialisasi dan sesi tanya jawab, kegiatan tersebut diisi pembagian bantuan sosial berupa masker dan beras kepada masyarakat.