Karhutla Mengancam Permukiman dan Fasilitas Publik, Polres Kubu Raya Intensifkan Patroli Malam

BERITA53 Dilihat

KUBU RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti ketika malam tiba. Polres Kubu Raya melalui Tim Operasi Aman Nusa II memperketat patroli malam di sejumlah wilayah rawan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Patroli menyasar dua kawasan rawan karhutla, yakni Jalan Angkasa Pura dan Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Sebanyak 12 personel bergerak menggunakan tujuh kendaraan roda dua yang dilengkapi dua mesin Robin, lima rol selang, dua selang hisap, dan dua nozel.

Dalam kondisi malam yang gelap dan diselimuti asap tebal, personel menyisir lokasi yang sebelumnya terbakar. Sejumlah bagian lahan masih harus didinginkan untuk mencegah bara kembali memicu api.

Komunikasi antarpersonel terus dilakukan melalui radio komunikasi untuk memantau perkembangan di titik lain. Pola patroli malam ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api terlihat padam.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, personel Operasi Aman Nusa II disiagakan untuk melakukan pemantauan hingga malam hari, terutama terhadap lokasi yang dinilai masih berpotensi kembali terbakar.

“Patroli dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya titik api baru,” kata Ade, Senin (14/9/26).

Menurutnya, pengawasan diperketat pada lahan yang berada di sekitar permukiman warga, sekolah, perkantoran, serta kawasan Bandara Internasional Supadio. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat mengganggu keselamatan masyarakat dan aktivitas publik.

Selain patroli, personel juga mendatangi warga secara langsung untuk mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun mengetahui adanya dugaan pembakaran hutan dan lahan kepada kepolisian call center 110 atau stakeholder terkait.

Penanganan karhutla juga dibarengi dengan upaya membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih. Polres Kubu Raya mendistribusikan air bersih siap konsumsi menggunakan kendaraan AWC Sat Sabhara kepada warga yang membutuhkan.

Kapolres Kubu Raya menegaskan, penanganan karhutla dan krisis air bersih membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah, relawan, dan masyarakat.

“Kami berharap kehadiran Polri bersama stakeholder terkait dan relawan di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat dalam menangani karhutla sekaligus membantu warga yang menghadapi krisis air bersih,” ujarnya.