Uji X-Fire, Pemadaman Karhutla di Rasau Jaya Berhasil Hentikan Bara di Lahan Gambut

BERITA35 Dilihat

KUBU RAYA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya kembali dilakukan dengan metode berbeda. Personel Damkar Polsek Rasau Jaya bersama Satbrimob Polda Kalbar melakukan uji coba pemadaman menggunakan cairan X-Fire di kawasan lahan gambut di Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Perwira Satbrimob bersama Kanit Binmas Polsek Rasau Jaya IPDA Rudi Syafruddin S. Personel yang terlibat di antaranya Personel Polsek Rasau Jaya, satu regu personel pemadam Satbrimob Polda Kalbar serta tiga personel BKO Brimob.

Personel mengerahkan dua unit mesin pemadam, masing-masing milik Polsek Rasau Jaya dan Satbrimob Polda Kalbar. Selain itu, digunakan dua selang hisap, 11 roll selang ukuran 2,5, dua nozzle, dua tong berkapasitas 100 liter serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Yang menarik, dalam penanganan tersebut petugas melakukan uji coba penggunaan cairan X-Fire untuk melihat efektivitasnya dalam menangani kebakaran pada lapisan tanah gambut.

Pada tahap awal, petugas mencoba melakukan pemadaman menggunakan air murni. Meski api di permukaan dapat ditangani, asap masih terlihat keluar dari dalam tanah. Kondisi ini menunjukkan adanya bara yang masih bertahan di lapisan gambut.

Petugas kemudian mencampurkan 20 liter cairan X-Fire dengan 100 liter air dan menggunakannya untuk membasahi titik yang masih mengeluarkan asap.

Hasilnya, setelah cairan tersebut diaplikasikan, asap yang sebelumnya masih muncul dari dalam tanah tidak lagi terlihat. Bara pada lapisan gambut juga berhasil dihentikan.

Penggunaan X-Fire dalam kegiatan tersebut dinilai membantu proses pembasahan dan penetrasi cairan ke material yang terbakar. Hal ini menjadi penting dalam penanganan kebakaran lahan gambut, yang kerap menyisakan bara di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

Selain memadamkan api, metode tersebut juga diarahkan untuk mengurangi potensi munculnya kembali asap dari pembakaran gambut.

Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar 73 meter dari permukiman warga. Sementara sumber air yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman berada sekitar 115 meter dari titik kebakaran.

Dengan dukungan personel dan peralatan yang tersedia, seluruh area lahan yang terbakar seluas sekitar 0,5 hektare berhasil dilakukan pemadaman. Tidak terdapat lagi bagian lahan yang dilaporkan belum tertangani.

Penanganan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemadaman Karhutla di lahan gambut membutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada api di permukaan, tetapi juga memastikan bara di dalam tanah benar-benar berhenti.

Satgas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi untuk memastikan tidak kembali muncul titik api maupun asap dari dalam lapisan gambut. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran meluas dan menjaga area sekitar tetap aman.