KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, kembali ditangani tim gabungan. Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan milik masyarakat di Parit Baru, Dusun Teluk Simpur, Desa Teluk Bayur, Jumat (11/9/2026) .
Tim yang turun ke lokasi terdiri dari personel Polsek dan Koramil Terentang, staf Kecamatan Terentang, petugas Puskesmas, tim pemadam PT BPG, serta relawan masyarakat. Total puluhan personel dikerahkan untuk mencegah api meluas.
Lahan yang terbakar merupakan area dengan vegetasi campuran, mulai dari tanaman sawit, pakis, semak belukar hingga lahan gambut. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare berdasarkan pengecekan di lapangan.
Lokasi kebakaran juga berada sekitar 100 meter dari permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja cepat agar kobaran api tidak merambat dan mengancam rumah penduduk.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengerahkan empat unit mesin pemadam, 15 gulung selang, lima nozzle, serta satu unit excavator PC 200 yang digunakan untuk melakukan penyekatan di sekitar area kebakaran.
Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Tiupan angin yang cukup kencang, cuaca kemarau, kondisi lahan gambut, serta banyaknya semak dan tumbuhan kering membuat api lebih mudah menjalar. Di sisi lain, ketersediaan sumber air juga terbatas.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa, pihak perusahaan, dan unsur terkait untuk memperkuat penanganan. Sumber air yang digunakan berasal dari sekat kanal di Jalan Poros dengan jarak sekitar 20 meter dari titik api.
Setelah melalui proses pemadaman, api berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih menemukan bara di sejumlah bagian lahan sehingga upaya pemadaman dan pendinginan tetap dilanjutkan.
Regu siaga juga masih ditempatkan di sekitar lokasi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, tim pemadam PT BPG dan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali menjadi api dan mencegah kebakaran bergerak ke arah permukiman.
Hingga laporan terakhir, sumber maupun motif munculnya api masih dalam penyelidikan. Dugaan awal, titik api berasal dari area belakang pondok kebun milik warga, namun hal tersebut masih memerlukan pendalaman.
Petugas juga terus melakukan pemantauan titik panas melalui aplikasi hotspot. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar potensi karhutla di wilayah Kecamatan Terentang dapat segera ditangani.
Polsek Terentang memastikan pemadaman dan penyekatan akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman, sekaligus menjaga agar kebakaran tidak kembali meluas ke area lain maupun permukiman warga.







