Api Karhutla Sejengkal dari Masjid Baiturrahman, Kapolres Kubu Raya Pimpin Penyelamatan

BERITA20 Dilihat

Kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menjilat dinding Masjid Baiturrahman di Dusun Tanjung Puri, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026).

Jarak api dengan bangunan masjid bahkan disebut tinggal sejengkal. Situasi itu membuat Tim Operasi Aman Nusa II Polres Kubu Raya bersama BNPB bergerak cepat untuk memutus laju api sebelum merambat ke tempat ibadah yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga setempat.

Di tengah kepungan asap dan panas yang menyengat, Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia turun langsung memimpin upaya pemadaman. Fokus utama bukan sekadar menjinakkan api, tetapi memastikan Masjid Baiturrahman tetap berdiri dan warga tidak kehilangan tempat untuk beribadah.

Petugas mengarahkan semprotan air ke titik-titik api yang paling dekat dengan bangunan. Pergerakan personel dilakukan dengan cepat untuk menahan rambatan api yang dipengaruhi kondisi lahan kering dan tiupan angin.

Bagi warga Dusun Tanjung Puri, masjid itu bukan sekadar bangunan. Masjid Baiturrahman menjadi tempat ibadah dan ruang berkumpul masyarakat. Karena itu, penyelamatan bangunan dari ancaman api menjadi prioritas dalam penanganan karhutla kali ini.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan, personel bergerak cepat setelah mengetahui api sudah mendekati bangunan masjid.

“Kami tidak ingin api sampai menjalar ke Masjid Baiturrahman. Masjid ini merupakan tempat ibadah warga dan harus kami selamatkan. Karena itu, personel Operasi Aman Nusa II bersama BNPB langsung melakukan upaya pemadaman dan penyekatan agar api tidak mendekati bangunan,” kata Rensa.

Menurut Rensa, keselamatan masyarakat dan perlindungan fasilitas umum menjadi perhatian utama dalam setiap penanganan karhutla. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan api kembali muncul.

Saat ini api di sekitar Masjid Baiturrahman telah berhasil dipadamkan. Namun, personel Operasi Aman Nusa II Polres Kubu Raya masih melakukan pendinginan secara total di lokasi.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di dalam tanah atau material kering yang berpotensi kembali terbakar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena angin di sekitar lokasi masih bertiup cukup kencang. Bara kecil yang tidak terpantau dapat kembali menjadi api ketika terkena hembusan angin.

Kapolres Kubu Raya juga mengingatkan warga agar tidak menunggu api membesar apabila kembali melihat kepulan asap atau titik api.

“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat api kembali muncul, segera laporkan kepada kami melalui Call Center 110. Layanan ini siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula personel kami bergerak,” ujar AKBP Rensa S. Aktadivia.

Api Tinggal Sejengkal dari Dinding Masjid

Ketua RT 10/RW 05 Dusun Tanjung Puri, Haidir Ali, mengaku lega setelah melihat personel gabungan berhasil mengendalikan api yang nyaris mencapai Masjid Baiturrahman.

Ia mengatakan, jarak kobaran api dengan dinding masjid ketika kejadian hanya sekitar satu jengkal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya dan seluruh personel yang sudah membantu menyelamatkan Masjid Baiturrahman. Api tadi sudah sangat dekat dengan dinding masjid, tinggal sejengkal,” kata Haidir.

Menurut Haidir, keberadaan personel di lokasi memberikan rasa aman bagi warga. Terlebih, kondisi angin yang cukup kencang membuat warga khawatir api kembali bergerak menuju permukiman dan bangunan masjid.

Satgas Gakkum Selidiki Penyebab Kebakaran

Penanganan karhutla di sekitar Masjid Baiturrahman tidak berhenti pada pemadaman dan pendinginan.

Polres Kubu Raya melalui Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terbakarnya lahan yang berada di dekat masjid tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan sumber api sekaligus mengetahui apakah kebakaran terjadi karena faktor alam atau terdapat unsur kelalaian maupun kesengajaan.

Langkah penegakan hukum menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Pemadaman menyelesaikan api, tetapi penyelidikan diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kebakaran itu bermula.

Sementara itu, personel Operasi Aman Nusa II Polres Kubu Raya masih bertahan di lokasi untuk memastikan proses pendinginan berjalan maksimal.

Bagi warga Dusun Tanjung Puri, padamnya api hari ini bukan sekadar kabar tentang berakhirnya sebuah kebakaran. Ada satu bangunan yang berhasil dipertahankan, Masjid Baiturrahman tempat warga menundukkan kepala untuk beribadah, yang beberapa saat sebelumnya hanya berjarak sejengkal dari kobaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *