Api Membakar Belasan Hektare Lahan, Tim Gabungan Bergerak di 3 Titik Karhutla Kubu Raya

BERITA77 Dilihat

KUBU RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan personel gabungan di wilayah hukum Polsek Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sedikitnya tiga lokasi menjadi sasaran pemadaman pada Kamis (3/9/2026) pagi.

Personel BKO Korps Brimob Pelopor dan Polda Bali bersama personel Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Polres Kubu Raya serta Regu On Call Karhutla Polsek Sungai Raya dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan penyekatan agar kebakaran tidak meluas.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning, tercatat sebanyak 119 titik hotspot di wilayah hukum Polsek Sungai Raya. Dari jumlah tersebut, 117 titik berada pada kategori medium dan 2 titik masuk kategori high.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran penanganan yakni Jalan Sultan Agung, Dusun Keramat, Desa Kuala Dua; Dusun Suka Mulya, Desa Permata Jaya; serta Gang Sawit, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Di Desa Kuala Dua, lahan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Lahan tersebut ditumbuhi pakis, rumput dan semak-semak kering. Kondisi sumber air yang minim akibat musim kemarau menjadi salah satu kendala petugas di lapangan.

Lokasi kebakaran juga berada relatif dekat dengan bangunan bekas Parit Nanas, dengan jarak sekitar 50 meter. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan penyekatan harus dilakukan secara serius agar api tidak menjalar ke area sekitar.

Sementara di Desa Permata Jaya, kebakaran melanda lahan gambut sekitar 10 hektare yang merupakan area HGU milik PT CTBU. Berbeda dengan lokasi sebelumnya, sumber air di sekitar titik kebakaran masih tersedia dengan jarak yang relatif dekat dan volume yang mencukupi untuk mendukung proses pemadaman.

Adapun di Desa Limbung, lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 2 hektare. Vegetasi berupa pakis, rumput dan semak-semak kering membuat area tersebut mudah terbakar. Sumber air tersedia sekitar 50 meter dari lokasi, sedangkan jarak titik api dengan bangunan dan rumah warga sekitar 150 meter.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan menggunakan 6 unit mesin Robin, 60 rol selang, 6 selang hisap dan 6 nozzle.

Polres Kubu Raya terus mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah. Kondisi tersebut dapat membuat api dengan cepat merambat, terutama pada lahan gambut dan vegetasi yang mengering.

Penanganan karhutla juga dinilai membutuhkan kerja bersama. Monitoring titik api secara berkala, baik melalui aplikasi maupun pengecekan langsung di lapangan, terus dilakukan untuk mempercepat respons ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh adat juga terus diperkuat. Edukasi kepada petani, peladang hingga pengembang usaha perumahan menjadi bagian penting untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan munculnya titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *