Bukan Sekadar Edukasi, Tim S2-STIK Polri Ikut Padamkan Api Karhutla di Kubu Raya

BERITA46 Dilihat

Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK menemukan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat turun langsung menemui warga dan meninjau titik kebakaran di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang dapat memperlambat penanganan kebakaran, terutama ketika titik api berada jauh dari sumber air dan cuaca panas disertai angin membuat api mudah menjalar.

Temuan itu terlihat saat tim meninjau lokasi kebakaran lahan milik warga di kawasan Arang, Desa Limbung, yang berbatasan dengan Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya.

Di lokasi tersebut, anggota tim tidak hanya mengamati kondisi lahan. Saat menemukan titik api, mereka ikut melakukan pemadaman secara manual menggunakan ranting pohon kelapa sambil berkoordinasi dengan Tim Satgas Operasi Aman Nusa II.

Aksi tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh tim terkait.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kehadiran Tim Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK merupakan bagian dari upaya memperkuat pencegahan karhutla melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.

“Kehadiran Tim Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK di wilayah hukum Polres Kubu Raya untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada tokoh masyarakat serta warga tentang pencegahan dan dampak karhutla,” ujar Ade, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Ade, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat karena penanganan tidak cukup dilakukan setelah api muncul. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi salah satu langkah penting, terutama ketika kondisi lahan memasuki musim kering.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari tokoh masyarakat, kepala dusun, ketua RT, serta petani dan peladang. Dalam pertemuan itu, warga juga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait kebakaran lahan.

Masukan tersebut akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pimpinan Polri sebagai bagian dari upaya mencari solusi penanganan karhutla yang lebih cepat dan tepat di lapangan.

Tinjau Tiga Lokasi

Selain berdialog dengan warga, tim meninjau tiga lokasi yang berkaitan dengan karhutla.

Lokasi pertama berada di kawasan rumah warga di Jalan Arteri Supadio, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya.

Tim kemudian bergerak ke kawasan Arang, Desa Limbung, yang berbatasan dengan Desa Teluk Kapuas. Di lokasi ini, tim memeriksa kondisi lahan yang terbakar sekaligus menggali informasi dari petani dan peladang mengenai kemungkinan sumber api.

Peninjauan terakhir dilakukan di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan di belakang Kampus UNU Parit Drabak, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

Dialog dengan petani dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus memberikan pemahaman mengenai risiko pembukaan lahan menggunakan api.

Edukasi Langsung ke Warga

Tim mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih saat musim kemarau ketika vegetasi lebih kering dan api lebih mudah menyebar.

Untuk memperluas pesan tersebut, tim juga menempelkan brosur berisi imbauan pencegahan karhutla di sejumlah rumah warga, khususnya petani dan peladang.

Pendekatan langsung tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat ikut mencegah munculnya titik api sejak awal.

Kegiatan itu melibatkan empat anggota Tim Satgas Edukasi S2-STIK Lemdiklat Polri, yakni Alexander Evan, S.Tr.K., PgDip, Victorrico Andriadhi H., S.Tr.K., M.H., I Made Bayu Dwinata P., S.Tr.K., dan Mega Nanda W., S.Tr.K., M.Si.

Dari Polres Kubu Raya hadir Kasat Binmas AKP I Komang Suparmi dan Kanit Binpolmas Aiptu Pernando Sihombing. Sementara dari Polsek Sungai Raya hadir Panit Binmas Iptu Hasan, Bhabinkamtibmas Desa Parit Baru Aiptu Wangsit Indrianto, serta Bhabinkamtibmas Desa Teluk Kapuas Bripka Agus Asriansyah.

Sejumlah unsur masyarakat juga turut hadir, termasuk Ketua FKPM Desa Teluk Kapuas Mursidi, Ketua RT Sayuti, Ketua RW Heru, Kepala Dusun Bayu, serta warga.

Bagi tim, pencegahan karhutla bukan sekadar persoalan memadamkan api. Persoalan sumber air, kondisi lahan, perilaku pembukaan lahan, hingga keterlibatan warga menjadi bagian yang harus dibenahi secara bersama.

Sebab, api yang berhasil dipadamkan hari ini belum menyelesaikan persoalan jika sumber masalahnya kembali muncul.

Karena itu, Tim Satgas Edukasi S2-STIK berharap masyarakat semakin memahami bahaya pembakaran lahan dan memilih cara yang lebih aman dalam mengelola lahan.

Pencegahan menjadi kunci. Sebelum asap kembali menutup langit Kubu Raya, kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama untuk menghentikan api sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *