Kapolda Kalbar Hadir di Lintang Batang, Ratusan Warga Dapat Layanan Kesehatan dan Air Bersih

BERITA138 Dilihat

KUBU RAYA – Api Karhutla di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memang telah dikendalikan. Namun, bagi warga, dampaknya belum berakhir.

Sumber air mengering. Asap menyisakan keluhan kesehatan. Di tengah kondisi itu, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., turun langsung menemui warga, Rabu (2/9/2026).

Didampingi Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia dan Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Kapolda menyalurkan air bersih dan menggelar bakti kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak Karhutla di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Dusun Lintang Batang.

Ratusan warga mendapat pemeriksaan kesehatan, pengobatan, obat-obatan, edukasi kesehatan, sekaligus bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran Kapolda di tengah warga menjadi bentuk perhatian Polda Kalbar terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak Karhutla dan kekeringan setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

Bagi Alberd, penanganan Karhutla tidak boleh berhenti ketika api padam. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran harus dipastikan tetap mendapat perlindungan, terutama ketika kebutuhan dasar seperti air bersih mulai sulit diperoleh.

“Kami dari jajaran Kepolisian Polda Kalbar menunjukkan rasa prihatin, tanggung jawab, dan empati terhadap warga masyarakat di Dusun Lintang Batang,” ujar Alberd.

Api Mendekati Fasilitas Vital

Alberd mengatakan, kebakaran lahan yang cukup besar terjadi di kawasan Lintang Batang dua hari sebelum kegiatan tersebut. Kobaran api bahkan sempat mendekati sejumlah fasilitas vital, termasuk SPBU yang berada di sekitar lokasi.

Api akhirnya dapat dikendalikan berkat sinergi jajaran kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, serta berbagai pihak lainnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pendinginan dan pembasahan di area bekas terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah bara yang masih tersisa kembali memicu kebakaran.

Namun, ketika ancaman api mulai mereda, persoalan warga justru belum selesai.

Kondisi kering membuat sumber air di sekitar permukiman warga ikut terdampak. Air menjadi kebutuhan yang semakin sulit diperoleh.

Kapolda Kalimantan Barat Salurkan Air Bersih dan Buka Layanan Kesehatan

Melihat kondisi tersebut, Polda Kalbar tidak hanya melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Perhatian juga diarahkan kepada warga yang merasakan langsung dampaknya.

Kapolda mengatakan, pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pembagian obat-obatan, edukasi kepada masyarakat, serta distribusi air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum.

“Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga pembagian obat-obatan. Selain itu, kami juga memberikan edukasi kepada warga sekitar serta mendistribusikan air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum,” kata Alberd.

Menurut Kapolda Kalbar, kondisi ketersediaan air bersih di sekitar Dusun Lintang Batang cukup mengkhawatirkan. Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Alberd juga menyebut Bupati Kubu Raya telah mengecek sejumlah lokasi yang diperkirakan memiliki sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Warga di sekitar Dusun Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, saat ini mengalami krisis air bersih. Tadi kami juga mendengar laporan dari Bapak Bupati Kubu Raya yang hari ini mengecek tiga lokasi di desa ini yang dipastikan memiliki sumber air,” ujarnya.

Bagi warga, perhatian tersebut bukan sekadar kedatangan pejabat ke lokasi. Bantuan air bersih dan pelayanan kesehatan diberikan ketika mereka sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar.

Parit Mengering, Warga Andalkan Air Galon

Sinung, warga Desa Teluk Bakung, mengatakan kebakaran lahan dan kekeringan membuat kehidupan warga semakin sulit.

Parit yang selama ini menjadi salah satu sumber air kini mengering. Warga terpaksa membeli atau menggunakan air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat terdampak kebakaran lahan dan kekeringan. Parit sudah kering sehingga kami harus menggunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan air bersih dan bakti sosial kesehatan ini sangat membantu kami,” ungkap Sinung.

Selain persoalan air, asap kebakaran juga memunculkan keluhan kesehatan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis serta air siap komsumsi. Sejumlah keluhan yang ditemukan antara lain sakit tenggorokan, batuk dan flu, mata perih, hingga sesak napas.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak Karhutla.

Rensa mengimbau warga menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara masih dipengaruhi asap.

Warga juga diminta menjaga kebersihan makanan dan air minum serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Kami akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan dan air bersih kepada masyarakat terdampak yang sangat membutuhkan. Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk program Kapolda Kalbar untuk masyarakat,” tegas Rensa.

Kunjungan Kapolda Kalbar ke Lintang Batang memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti pada bagaimana api dipadamkan.

Ketika kobaran api berhasil dikendalikan, masih ada warga yang harus menghadapi kekeringan, keterbatasan air bersih, dan gangguan kesehatan.

Di tengah situasi itulah perhatian Kapolda Kalbar hadir secara langsung, bukan hanya memastikan api tidak kembali menyala, tetapi juga memastikan warga yang terdampak tidak menghadapi kesulitan itu seorang diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *