Karhutla Masih Mengancam, Pemkab Kubu Raya Gandeng Polri Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak

BERITA19 Dilihat

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kabupaten Kubu Raya, persoalan lain mulai menghantui masyarakat: sulitnya mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Kepolisian, BPBD, Perumda Tirta Raya dan sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Karhutla dan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak yang dipimpin Bupati Kubu Raya Sujiwo di Kopi Koe, Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya.

Rapat tersebut tidak hanya membahas penanganan karhutla, tetapi juga menyusun pola distribusi air bersih agar bantuan benar-benar tiba di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

Dalam rapat itu disepakati bahwa penyaluran air bersih akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni camat, kapolsek dan danramil setempat. Pelibatan unsur tersebut dinilai penting untuk memastikan proses distribusi berlangsung aman, tertib dan tepat sasaran.

Selain itu, lokasi penyaluran akan dipetakan berdasarkan kondisi lapangan. Mobil Water Treatment atau kendaraan pengolah air akan diarahkan ke titik-titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat.

Pemerintah juga mengantisipasi potensi kerawanan saat pembagian air. Pengaturan antrean, pengamanan lokasi serta koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa akan dilakukan agar distribusi tidak menimbulkan kerumunan maupun perebutan air.

Lokasi Distribusi Dievaluasi Setiap Hari

Pola penyaluran air bersih tidak akan dilakukan secara statis. Lokasi sasaran akan diperbarui setiap hari berdasarkan laporan camat mengenai desa-desa yang mengalami kekurangan air.

Laporan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan kapolsek untuk menentukan lokasi prioritas dan jadwal distribusi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta jumlah masyarakat yang terdampak.

Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar menjangkau warga yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, kepolisian siap mendukung penuh langkah lintas sektor tersebut, terutama dalam memastikan distribusi air bersih berjalan aman, tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polri siap mendukung proses penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak. Personel akan melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi untuk memastikan distribusi berjalan tertib, aman dan tepat sasaran,” ujar Ade, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan ketika air mulai dibagikan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan camat, pemerintah desa dan unsur terkait untuk memetakan potensi kerawanan di setiap lokasi penyaluran.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana masyarakat dapat menerima bantuan dengan tertib. Kami akan mengatur situasi di lapangan, mengantisipasi kepadatan maupun potensi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh air bersih dengan aman,” katanya.

Ade menegaskan, jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Kubu Raya akan terus melakukan monitoring terhadap kegiatan distribusi air bersih sekaligus mengikuti perkembangan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

Air Bersih Jadi Bagian Mitigasi Karhutla

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah mitigasi menghadapi musim kemarau di Kubu Raya. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi semakin terasa ketika musim kemarau berlangsung.

Rapat tersebut diikuti Kabag Ops Satbrimob Polda Kalimantan Barat AKBP Elyas Ericson, Kepala Dinas PU Kubu Raya Sudarmansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah, Kepala Bappeda Litbang Kubu Raya Kurnia Solihat, Kalak BPBD Kubu Raya Ariyanto, Direktur Perumda Tirta Raya Hermawan, Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Widiharso, Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan dan Kapolsek Kuala Mandor B, Iptu M. Salaeh beserta jajaran camat wilayah daratan Kubu Raya.

Sinergi lintas sektor menjadi penting karena persoalan karhutla tidak berhenti pada api dan asap. Dampaknya dapat merembet ke berbagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Polri, BPBD, Perumda Tirta Raya dan instansi terkait berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi musim kemarau seorang diri.

Di lapangan, kepolisian mengambil peran pada sisi keamanan dan ketertiban. Personel Polsek jajaran Polres Kubu Raya akan memonitor sekaligus mengamankan proses distribusi air bersih, termasuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Ketika air menjadi kebutuhan yang semakin berharga di tengah musim kering, memastikan bantuan sampai kepada warga dengan aman bukan sekadar persoalan distribusi. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat di tengah tekanan akibat karhutla dan kekeringan.

Sinergi lintas sektor pun diharapkan mampu menjadi penyangga bagi masyarakat Kubu Raya agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi, sementara penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *