Petugas Berjibaku hingga Malam Padamkan Karhutla di Kuala Dua Kubu Raya

KEPOLISIAN175 Dilihat

KUBU RAYA – Malam belum sepenuhnya tenang di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Saat sebagian warga mulai beristirahat, petugas gabungan masih berjibaku di tengah gelapnya lahan untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karhutla terjadi di kawasan Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kamis (27/8/2026). Upaya pemadaman, penyekatan hingga pendinginan dilakukan sejak pukul 18.30 WIB untuk mencegah api merambat semakin luas.

Dengan mengenakan perlengkapan pelindung dan sepatu bot, petugas menyusuri lahan yang dipenuhi semak belukar sambil mengarahkan selang ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara.

Upaya pemadaman bahkan masih berlangsung hingga malam. Dokumentasi di lokasi pada sekitar pukul 20.33 WIB menunjukkan petugas masih bekerja di tengah kepulan asap dan bara api yang terlihat di sejumlah bagian lahan.

Sebanyak 8 personel Polres Kubu Raya, 4 personel BKO Sat Brimob, 15 personel Dit Samapta, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Raya Aipda Sudarno dan Aipda Mardi Prasetyo diterjunkan dalam penanganan tersebut.

Petugas membawa dua unit mesin robin, 23 rol selang dan dua nozzle untuk menjangkau area yang terbakar sekaligus melakukan penyekatan.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang ditumbuhi pakis dan semak belukar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah, terlebih ketersediaan air sangat terbatas akibat musim kemarau.

Sumber air berada sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran. Jarak titik api dengan permukiman warga juga diperkirakan sekitar 300 meter.

Kondisi ini membuat petugas tidak hanya fokus memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan penyekatan agar bara tidak merambat ke bagian lahan lainnya.

“Pemadaman dan penyekatan dilakukan untuk melokalisir area karhutla sehingga api tidak menjalar ke lahan lain maupun mendekati permukiman masyarakat,” demikian keterangan dalam laporan penanganan di lapangan.

Petugas juga menghadapi medan yang cukup berisiko. Semak belukar yang lebat serta sejumlah pohon yang rawan tumbang menjadi kendala tersendiri selama proses pemadaman berlangsung.

Meski demikian, personel tetap melanjutkan pendinginan dan penyekatan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali.

Hingga malam hari, pemadaman, penyekatan dan pendinginan masih berlangsung. Situasi di sekitar lokasi dilaporkan kondusif dan api diupayakan agar tidak meluas menuju permukiman.

Karhutla menjadi perhatian serius karena pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi kering, dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Aparat juga mengingatkan kemungkinan adanya aktivitas masyarakat dalam membersihkan atau mengolah lahan dengan cara membakar yang berpotensi memunculkan titik panas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Sosialisasi mengenai bahaya dan larangan pembakaran hutan dan lahan juga perlu terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Sebab, di tengah musim kemarau, api kecil di lahan gambut bisa berubah menjadi ancaman besar jika terlambat ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *