193 Hotspot Terdeteksi di Sungai Raya, Petugas Gabungan Sisir 3 Lokasi Karhutla hingga Tengah Malam

BERITA140 Dilihat

KUBU RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya terus dilakukan. Minggu (30/8/2026), petugas gabungan bahkan harus berjibaku hingga tengah malam untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah Kecamatan Sungai Raya.

Kegiatan pemadaman berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB. Petugas gabungan menyasar tiga lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran, yakni Dusun Wonomulyo, Desa Sungai Bulan; Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua; serta Dusun Suka Mulya, Desa Permata Jaya.

Penanganan melibatkan 30 personel BKO Korps Brimob Pelopor dan Polda Bali, Pleton 1 Operasi Kontingensi Aman Nusa II Karhutla Polres Kubu Raya, delapan personel pendamping BKO Polsek Sungai Raya, Regu Oncall Karhutla Polsek Sungai Raya, serta enam Bhabinkamtibmas.

Mereka bergerak dengan dukungan peralatan pemadam berupa delapan unit mesin Robin, 40 rol selang, delapan selang hisap dan delapan nozzle. Peralatan tersebut dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api sekaligus mencegah kobaran merambat ke area yang belum terbakar.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning, tercatat sebanyak 193 titik hotspot di wilayah hukum Polsek Sungai Raya. Dari jumlah tersebut, 163 titik masuk kategori medium dan 30 titik berada dalam kategori high.

Lahan Gambut Jadi Tantangan

Di Dusun Wonomulyo, Desa Sungai Bulan, api membakar lahan gambut sekitar 5 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa pakis, rumput dan semak-semak kering di lahan tidur.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 50 meter dari permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk mencegah api dan asap mendekati kawasan penduduk.

Sumber air sebenarnya tersedia, namun lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari titik kebakaran. Sementara potensi kebakaran di lokasi tersebut masih berada pada kategori medium.

Situasi serupa ditemukan di Desa Kuala Dua. Lahan gambut sekitar 3 hektare terbakar dengan vegetasi berupa pakis, rumput dan semak-semak kering. Lokasi juga berada sekitar 50 meter dari permukiman warga.

Berbeda dengan lokasi Sungai Bulan, sumber air di sekitar Desa Kuala Dua relatif mudah dijangkau dengan volume yang dinilai cukup untuk mendukung proses pemadaman.

10 Hektare Lahan Terbakar di Permata Jaya

Sementara di Dusun Suka Mulya, Desa Permata Jaya, kebakaran melanda lahan sekitar 10 hektare. Lahan tersebut diketahui merupakan area perkebunan kelapa sawit dengan kondisi tanah gambut.

Vegetasi berupa pakis, rumput dan semak-semak kering ikut terbakar. Berdasarkan pendataan awal, lahan tersebut berada dalam pengelolaan HGU PT CTB.

Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, titik kebakaran di Permata Jaya relatif jauh dari permukiman warga. Jaraknya diperkirakan sekitar 2 kilometer.

Sumber air juga tersedia di sekitar lokasi dengan jarak yang relatif dekat dan volume yang cukup untuk mendukung upaya pemadaman.

Petugas Tak Berhenti hingga Tengah Malam

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Api tidak selalu terlihat menyala di permukaan, namun bara dapat menjalar di bawah lapisan gambut dan kembali memunculkan asap maupun titik api.

Karena itu, petugas tidak hanya melakukan pemadaman terhadap api yang terlihat, tetapi juga berupaya membasahi area yang telah terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Hingga pukul 00.00 WIB, personel gabungan masih melakukan upaya penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lain.

Polri bersama unsur terkait terus mengintensifkan penanganan karhutla di wilayah Kubu Raya. Selain pemadaman, pemantauan hotspot dan patroli di kawasan rawan kebakaran juga menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali meluas.

Masyarakat diimbau ikut berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *