Asap Masih Mengepul, Petugas Kejar Bara Tersembunyi di Balik Lahan Gambut

BERITA21 Dilihat

KUBU RAYA – Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan sengketa antara PT SJP dan PT ICHIKO, Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pendinginan dilakukan sejak Rabu (9/9/2026) pukul 09.00 WIB. Langkah ini dilakukan setelah api yang membakar lahan sejak 5 September 2026 berhasil dikendalikan, namun masih ditemukan kepulan asap cukup kuat di sejumlah titik.

Sedikitnya puluhan personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla tersebut. Mereka terdiri dari personel Polsek Terentang, Polsek Kubu, Koramil Terentang, Manggala Agni, serta tim pemadam dari PT SJP dan PT ICHIKO.

Petugas tak hanya melakukan penyiraman, tetapi juga menyisir area bekas terbakar untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala di dalam lahan gambut.

Dalam penanganan di lapangan, tim menggunakan sejumlah peralatan, mulai dari mesin Robin, mobil tangki hingga dua unit excavator PC200. Sumber air yang digunakan berasal dari sekat kanal yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi pohon, pakis, semak belukar serta lahan gambut dan lahan kosong.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan petugas. Tiupan angin yang cukup kuat, vegetasi yang lebat, serta karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi kembali membesar dan merambat ke area yang belum terbakar.

Jarak sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran juga membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu serta upaya ekstra.

Tim gabungan juga menerapkan sistem siaga dengan menempatkan personel di sekitar lokasi. Tim pemadam dari PT SJP/BPG dan PT ICHIKO turut disiagakan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Temuan Bekas Pengolahan Kayu

Dalam penanganan karhutla, petugas juga menemukan adanya aktivitas berupa bekas pengolahan kayu di sekitar lokasi kebakaran.

Temuan tersebut menjadi perhatian dan selanjutnya perlu didalami untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa karhutla. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki hubungan dengan munculnya kebakaran.

Selain penanganan di lapangan, unsur Reskrim juga didorong untuk melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut, termasuk menelusuri asal-usul kayu dan aktivitas yang berlangsung di lokasi.

Sementara itu, terdapat perbedaan antara informasi titik panas pada aplikasi pemantauan dengan hasil pengecekan langsung. Pada aplikasi Lancang Kuning dan SIPONGI, hotspot tercatat masuk wilayah Desa Kubu, Kecamatan Kubu. Namun setelah dilakukan pengecekan lapangan, lokasi kebakaran diketahui berada di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang.

Kondisi tersebut membuat personel Polsek Kubu dan Polsek Terentang bersama unsur terkait terlibat dalam penanganan di lokasi.

Hingga Rabu siang, upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Petugas mengerahkan mesin pompa, mobil tangki dan alat berat untuk memastikan bara di lahan gambut benar-benar padam.

Tim gabungan juga tetap bersiaga di lokasi sebagai langkah antisipasi apabila muncul kembali titik api baru.

Penanganan ini menjadi bagian dari upaya bersama mencegah karhutla meluas sekaligus memastikan area yang telah terbakar benar-benar aman dari potensi api susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *