Cegah Karhutla dari Lingkungan, Mahasiswa S2-STIK Polri Edukasi Warga Kuala Dua

BERITA9 Dilihat

KUBU RAYA – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan dengan memadamkan api. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting agar kebakaran tidak terus berulang.

Hal itu dilakukan mahasiswa S2-STIK Polri yang turun langsung menyampaikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dengan mendatangi lingkungan masyarakat dan memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, khususnya dampak yang dapat ditimbulkan ketika lahan dibakar secara sembarangan.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering, api dapat dengan mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

Edukasi tersebut dikemas secara langsung agar pesan pencegahan Karhutla dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Masyarakat diajak bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Tak berhenti pada penyampaian imbauan, mahasiswa S2-STIK Polri juga memasang pamflet berisi imbauan pencegahan Karhutla di sejumlah lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Pamflet tersebut menjadi pengingat sederhana namun penting. Pesan mengenai larangan membakar lahan diharapkan terus terbaca oleh warga, sehingga kesadaran untuk mencegah Karhutla dapat tumbuh dari lingkungan masing-masing.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Petugas di lapangan memang memiliki peran penting ketika api sudah muncul, namun pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya tersebut.

Mahasiswa S2-STIK Polri juga mengajak masyarakat Desa Kuala Dua untuk tidak menganggap remeh api sekecil apa pun. Kebakaran yang bermula dari satu titik dapat berkembang dan meluas, terlebih pada lahan yang kering dan mudah terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *