Karhutla Lintang Batang Nyaris Capai SPBU dan Rumah Warga, Kapolres-Bupati Turun Langsung

BERITA169 Dilihat

KUBU RAYA – Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, nyaris mencapai SPBU dan permukiman warga.

Asap tebal juga menyelimuti ruas Jalan Trans Kalimantan sehingga jarak pandang pengguna jalan menurun. Kondisi ini membuat penanganan karhutla di kawasan tersebut menjadi perhatian serius.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung ke lokasi, Senin (31/8/2026), untuk meninjau upaya pemadaman yang dilakukan Tim Aman Nusa II Polres Kubu Raya bersama TNI, BNPB, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

Keduanya bahkan ikut berada di lokasi lahan terbakar di belakang SPBU Lintang Batang saat petugas melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali merambat.

Karhutla di kawasan tersebut berkobar sejak Minggu (30/8/2026). Vegetasi yang kering membuat api cepat membesar, diperparah tiupan angin yang membuat kobaran merambat ke area lain.

Api yang semakin mendekati rumah warga dan SPBU memaksa petugas bergerak cepat. Sejumlah warga sempat direlokasi dari rumah mereka yang diselimuti asap tebal. Petugas juga membantu menyelamatkan barang-barang penting milik warga dari ancaman api.

Situasi semakin berat karena sumber air di sekitar lokasi terbatas. Petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api yang terus merambat ke lahan yang belum terbakar.

Petugas bekerja hingga dini hari

Upaya pemadaman tidak berhenti setelah kobaran utama berhasil dikendalikan. Petugas terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali menjadi api.

Dua unit mobil Armored Water Cannon (AWC) dikerahkan untuk membantu memasok air ke lokasi. Satu unit berasal dari Polres Kubu Raya dan satu lainnya dari Satuan Samapta Polda Kalimantan Barat.

Kedua kendaraan tersebut digunakan untuk melangsir air ke petugas agar dapat menjangkau titik-titik api yang minim sumber air.

Petugas bahkan masih melakukan pendinginan hingga berita ini diturunkan.

Sumber Air yang minim serta medan yang berat dan kepulan asap tebal membuat penanganan semakin menguras tenaga. Sejumlah petugas sempat tumbang setelah terpapar asap.

Ambulans yang bersiaga di lokasi langsung memberikan pertolongan, termasuk bantuan oksigen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla di Lintang Batang bukan hanya soal lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan petugas yang berada di garis depan penanganan.

Rumah warga ludes terbakar

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Kubu Raya dan Bupati Sujiwo juga mendatangi Kandar, warga Lintang Batang yang rumah dan kandang ternak ayam miliknya ludes terbakar.

Lokasi rumah tersebut berada tidak jauh dari SPBU Lintang Batang.

Kapolres dan Bupati berdialog dengan warga untuk mengetahui dampak kebakaran sekaligus mengajak masyarakat ikut membantu petugas mencegah api meluas.

Keduanya kemudian bersama personel gabungan meninjau sekaligus melakukan pendinginan di area lahan terbakar yang berada di belakang SPBU.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, proses pemadaman di Lintang Batang menghadapi sejumlah kendala.

“Proses pemadaman tidak mudah. Pasokan air sedikit. Selain itu, titik api semakin sulit dijangkau karena terus merambat ke lahan yang belum terbakar,” kata Ade.

Menurut Kapolres, kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Kapolres minta warga tidak membakar lahan

Kapolres Kubu Raya meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang kering seperti saat ini.

Masyarakat juga diminta saling mengingatkan dan segera melaporkan aktivitas pembakaran kepada kepolisian.

“Polres Kubu Raya mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga agar tidak melakukan pembakaran. Apabila ada yang melakukan pembakaran, tolong diingatkan atau dilaporkan kepada Polres Kubu Raya agar dapat segera dilakukan tindakan tegas,” ujar Ade.

Kapolres menegaskan, karhutla yang terjadi di Kubu Raya telah menimbulkan keresahan karena mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu aktivitas warga.

“Karhutla yang ada di Kubu Raya sangat meresahkan dan berbahaya bagi semua warga Kubu Raya,” katanya.

Kapolres juga mengingatkan pengguna Jalan Trans Kalimantan agar meningkatkan kewaspadaan karena asap tebal membuat jarak pandang berkurang.

“Pengguna Jalan Trans Kalimantan agar berhati-hati karena jarak pandang memendek akibat asap tebal dari karhutla,” ujar Ade.

Kabut asap di kawasan Lintang Batang memang terpantau menyelimuti sejumlah ruas Trans Kalimantan.

Bupati: Penanganan harus kolaboratif

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan dampak karhutla terhadap kualitas udara sudah sangat mengkhawatirkan.

Ia menilai penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu instansi. Pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat harus bergerak dalam satu langkah.

“Penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya harus bersama-sama dan berkolaborasi,” kata Sujiwo.

Menurut dia, kebakaran lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Penyebab kebakaran masih diselidiki

Lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Lintang Batang diperkirakan mencapai beberapa hektare. Data luasan masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan intensif.

Petugas melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber awal api dan faktor yang menyebabkan kobaran berkembang hingga mendekati permukiman dan SPBU.

 

Kawasan Lintang Batang menjadi titik krusial karena berada di jalur Trans Kalimantan. Asap tebal yang menutup ruas jalan telah mengganggu jarak pandang pengendara, sementara kobaran api berada dekat dengan permukiman dan fasilitas pengisian bahan bakar. Kondisi serupa juga dilaporkan sejumlah media pada 30–31 Agustus 2026.

Karena itu, setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam lahan.

Pendinginan menjadi tahap penting untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke kawasan lain.

Penanganan karhutla di Lintang Batang melibatkan Tim Aman Nusa II Polres Kubu Raya, TNI, BNPB Kubu Raya, Satpol PP Kubu Raya, Pemadam Kebakaran swasta, relawan dan masyarakat setempat.

Kapolres dan Bupati Kubu Raya didampingi Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril, Kapolsek Sungai Ambawang AKP Junaifi, Camat Sungai Ambawang Jurin, Kanit 2 Sat Reskrim Polres Kubu Raya Ipda M. Ilham Akbar, Kanit Reskrim Polsek Sungai Ambawang Ipda Stepanus Boni, personel Polsek Sungai Ambawang, Babinsa Desa Teluk Bakung serta unsur terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *