Kejar Titik Api Karhutla, Tim Aman Nusa II Kubu Raya Harus Seberangi Sungai dan Jalan Kaki

BERITA35 Dilihat

Kobaran api yang membakar lahan gambut di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil dipadamkan Tim Aman Nusa II Polres Kubu Raya bersama Babinsa dan relawan, Sabtu (29/8/2026) malam.

Penanganan berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk mencapai titik api, petugas harus menempuh perjalanan cukup jauh, menyeberangi sungai, kemudian berjalan kaki sambil memanggul peralatan menuju lokasi kebakaran.

Medan yang sulit tidak menyurutkan langkah petugas. Setelah tiba di titik api, tim gabungan langsung melakukan pemadaman hingga kobaran berhasil dikendalikan.

 

Namun, penanganan belum sepenuhnya berakhir. Petugas kembali melakukan pendinginan pada Minggu (30/8/2026) guna memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di dalam maupun sekitar lahan gambut.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke area lain, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, kecepatan informasi dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat respons petugas.

“Begitu informasi kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Medannya cukup sulit karena harus menyeberangi sungai, kemudian berjalan kaki sambil membawa peralatan menuju titik api,” kata Ade.

Menurut dia, kondisi medan memang sulit namun petugas berupaya untuk tidak menunda penanganan. Tim Aman Nusa II bersama Babinsa dan relawan tetap bergerak hingga berhasil mengendalikan kobaran api.

“Berkat gerak cepat personel bersama Babinsa dan relawan, api dapat dipadamkan. Hari ini petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul di lahan gambut,” ujarnya.

 

Ade menuturkan, pendinginan menjadi bagian penting setelah pemadaman. Bara yang masih tertinggal di bawah permukaan gambut dapat kembali menyala apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

“Kami berharap api tidak kembali muncul dan tidak merambat ke lokasi lain, terutama ke arah permukiman warga,” katanya.

Ade juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi ketika menemukan titik api.

Menurut Ade, laporan masyarakat yang cepat dan tepat membantu petugas mengetahui keberadaan titik api sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum kebakaran berkembang lebih luas.

“Peran masyarakat sangat penting. Informasi yang cepat dan tepat memungkinkan personel segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan. Ini merupakan upaya bersama untuk mencegah karhutla meluas,” ucapnya.

Peristiwa di Dusun Lintang Batang kembali menunjukkan tantangan penanganan karhutla di wilayah gambut. Jarak dan medan yang sulit harus ditembus petugas demi menjaga keselamatan masyarakat dan memadamkan titik api.

Kini, setelah kobaran berhasil dipadamkan, petugas masih berjibaku memastikan tidak ada bara yang tersisa. Sebab, bagi lahan gambut, api yang padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *