Kemarau Panjang, 175 Warga Dusun Sela Kubu Raya Dapat 6.000 Liter Air Bersih Siap Konsumsi

BERITA22 Dilihat

KUBU RAYA – Kemarau panjang membuat air bersih menjadi kebutuhan yang semakin sulit dipenuhi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi itu, harapan warga untuk mendapatkan air layak konsumsi dijawab melalui distribusi bantuan langsung ke permukiman.

Sebanyak 175 warga Dusun Sela, wilayah perbatasan Ampera Raya dan Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, menerima bantuan 6.000 liter air bersih siap konsumsi yang disalurkan melalui kolaborasi Polres Kubu Raya bersama pemerintah daerah.

Bantuan tersebut bukan sekadar distribusi air. Bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air akibat kemarau berkepanjangan, setiap liter yang diterima berarti kebutuhan untuk minum, memasak dan memenuhi keperluan keluarga dapat kembali terpenuhi.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kemarau panjang telah bergerak dari persoalan cuaca menjadi persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

Air bersih yang selama ini mudah diperoleh mulai sulit ditemukan. Warga pun harus menunggu bantuan dan berharap ada pasokan yang dapat menjangkau permukiman mereka.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah bersama Polres Kubu Raya berupaya memastikan masyarakat yang terdampak tidak menghadapi krisis air seorang diri.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kepolisian tidak ingin persoalan kebutuhan dasar masyarakat hanya dilihat dari jauh.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika kemarau panjang membuat warga kesulitan mendapatkannya, kami harus hadir dan mengambil bagian untuk membantu. Kehadiran Polri bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika warga menghadapi kesulitan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar,” kata Ade, Selasa (15/9/26).

Menurutnya, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ade menegaskan, Polres Kubu Raya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan air.

“Kami memahami bahwa bantuan ini belum menyelesaikan seluruh persoalan. Karena itu, yang paling penting adalah memastikan distribusi tepat sasaran dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat. Polri bersama pemerintah daerah akan terus berupaya hadir, berkoordinasi dan mencari langkah yang bisa dilakukan selama kondisi kemarau masih berdampak pada warga,” ujarnya.

Bagi 175 warga Dusun Sela, bantuan tersebut setidaknya menjadi jawaban atas kebutuhan yang semakin mendesak.

Kemarau memang tidak dapat dihentikan hanya dengan satu kali distribusi air. Namun, di tengah penantian warga terhadap turunnya hujan dan pulihnya sumber air, kehadiran pemerintah bersama kepolisian menjadi tanda bahwa persoalan mereka tidak dibiarkan berjalan sendiri.

Air yang disalurkan hari itu bukan hanya mengisi galon dan jeriken. Bantuan tersebut membawa pesan bahwa di tengah kemarau yang panjang, kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijawab dengan tindakan nyata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *