Kemarau Panjang Picu Karhutla di 4 Lokasi Kubu Raya, Polisi Bergerak Padamkan Api

BERITA38 Dilihat

Empat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil dipadamkan personel Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”, Minggu (6/9/26) Pukul 20.15 WIB. Petugas kini melanjutkan pendinginan untuk memastikan bara di lahan tidak kembali memicu kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang.

Keempat lokasi itu tersebar di Kecamatan Sungai Raya. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 11 hektare.

Lokasi pertama berada di Jalan Wonodadi II, Kompleks Adenia Ratri, Desa Arang Limbung, dengan luas lahan terbakar sekitar 4 hektare. Lokasi kedua berada di Desa Limbung, di samping SMA 4 Sungai Raya, dengan luas sekitar 1 hektare.

Dua lokasi lainnya berada di Jalan Parit Semben, Desa Parit Baru, dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare, serta Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, dengan luas sekitar 3 hektare.

Patroli pengecekan titik api, pemadaman, dan pendinginan dimulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Samapta Polres Kubu Raya AKP Zainudin selaku Kasatgas Pemadaman Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”.

Dalam operasi tersebut, Zainudin dibantu 10 personel BKO Pasukan II Korbrimob Polri dan 35 personel Pleton 2 Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Polres Kubu Raya.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan petugas tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pendinginan dilakukan untuk memastikan titik-titik yang terbakar tidak menyisakan bara yang dapat kembali menyulut api.

“Kondisi kemarau panjang membuat lahan menjadi sangat kering sehingga potensi munculnya kembali titik api tetap harus diwaspadai. Karena itu, setelah api berhasil dipadamkan, personel langsung melakukan pendinginan dan pengecekan kembali di sekitar lokasi,” kata Ade, Senin (7/9/26).

Menurut Ade, penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan kecepatan respons. Petugas mendatangi lokasi, memastikan titik api, melakukan pemadaman, kemudian melanjutkan pendinginan untuk menekan kemungkinan api kembali membesar.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang memiliki atau menguasai lahan serta penyebab terjadinya kebakaran.

“Setiap perkembangan di lapangan kami laporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pihak yang memiliki atau menguasai lahan untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut terjadi,” ujarnya.

Dalam penanganan empat lokasi itu, personel mengerahkan satu unit kendaraan roda empat Satsamapta Polres Kubu Raya, empat unit kendaraan roda dua khusus karhutla, empat mesin Robin, 30 gulung selang, empat selang hisap, dan empat nozzle.

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses penyemprotan air, pemadaman, hingga pendinginan pada lahan yang terbakar.

Ade mengatakan kondisi cuaca yang masih kering membuat pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Menurut dia, masyarakat memiliki peran besar untuk mencegah api kembali muncul, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas ketika vegetasi dan lahan dalam kondisi kering,” katanya.

Berdasarkan pengecekan terakhir, api di empat lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Personel masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menjadi titik api.

Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” Polres Kubu Raya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di wilayah hukumnya.

Di tengah kemarau panjang, pekerjaan petugas bukan hanya memadamkan api. Mereka juga harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, karena satu bara yang tersisa dapat kembali menjadi ancaman bagi lahan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *