Krisis Air di Tengah Kemarau, Kapolres Kubu Raya Gandeng Brimob Salurkan Air Layak Konsumsi

BERITA66 Dilihat

Musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat persoalan air bersih di Kabupaten Kubu Raya kian mendesak. Polres Kubu Raya menggandeng Satbrimob Polda Kalimantan Barat merespons kondisi itu dengan mendistribusikan air layak konsumsi kepada masyarakat.

Distribusi air ini berlokasi di Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026). Polisi mengerahkan mobil Water Treatment milik Satbrimob Polda Kalbar untuk mengolah air menjadi air bersih dan air siap minum.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin kegiatan tersebut. Rensa didampingi Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kabag Ops AKP Samidi, Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy Kusuma, Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, serta personel Polres Kubu Raya dan Satbrimob Polda Kalbar.

Mobil Water Treatment tersebut dioperasikan IPDA Mamat Kusandi bersama 15 personel Satbrimob Polda Kalbar. Fasilitas itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 6.000 liter air per jam. Sementara kapasitas air siap minumnya mencapai 2.500 liter per jam.

Air hasil pengolahan memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 7 atau netral. Berdasarkan keterangan pengelola fasilitas, air tersebut dapat digunakan sebagai air layak konsumsi.

Pendistribusian air dilakukan ketika kebutuhan masyarakat terhadap air bersih meningkat akibat musim kemarau. Persoalan itu muncul bersamaan dengan dampak karhutla yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kubu Raya.

Kondisi udara juga menjadi persoalan lain. Kementerian Kehutanan pada 4 September menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla membaik, tetapi zona kualitas udara sangat tidak sehat masih tersisa di sebagian wilayah Kalimantan Barat.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan distribusi air merupakan respons kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

“Kami ingin membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia, sehingga Polri berupaya hadir di tengah kondisi tersebut,” kata Ade.

Menurut Ade, dampak karhutla membuat persoalan masyarakat tidak berhenti pada ancaman api dan asap. Keterbatasan air juga menjadi persoalan yang perlu ditangani.

“Saat ini Kubu Raya juga menghadapi kondisi pascakarhutla dan paparan asap di sejumlah titik. Karena itu, kami melihat kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk kebutuhan air layak konsumsi dan air bersih,” ujarnya.

Polres Kubu Raya memastikan distribusi air akan dilanjutkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Polisi akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan pemangku kepentingan terkait untuk memetakan lokasi yang mengalami keterbatasan sumber air.

Pemetaan tersebut diharapkan membuat bantuan tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi dapat diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kegiatan ini akan terus berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan stakeholder terkait untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan air layak konsumsi maupun air bersih,” jelas Ade.

Distribusi air menjadi bagian dari penanganan dampak kemarau dan karhutla yang lebih luas. Sebelumnya, Polres Kubu Raya juga menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada 170 kepala keluarga terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung dan puluhan warga Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Jumat (4/9/2026).

Rangkaian distribusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih mulai menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla di Kubu Raya.

Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air, distribusi tersebut bukan sekadar bantuan logistik. Air menjadi kebutuhan yang harus tersedia setiap hari, terutama ketika kemarau mempersempit akses terhadap sumber air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *