Polsek Bandara Supadio Ingatkan Bahaya Bakar Lahan, Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

Blog5 Dilihat

KUBU RAYA – Polsek Kawasan Bandara Supadio menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli dan sosialisasi kepada pengguna jasa bandara, Jumat (9/10/2026) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyampaikan imbauan agar masyarakat, khususnya petani dan pemilik lahan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih pada kawasan bergambut yang rentan terbakar dan berpotensi menimbulkan kabut asap.

Petugas juga menyosialisasikan ketentuan hukum terkait pembakaran hutan dan lahan, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.

Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, personel turut membentangkan spanduk berisi pesan pencegahan karhutla agar imbauan tersebut semakin mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

Patroli dan sosialisasi ini merupakan langkah pencegahan dini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api di sekitar wilayah Bandara Supadio.

Pasalnya, kebakaran lahan yang menghasilkan kabut asap berpotensi mengganggu jarak pandang dan berdampak terhadap keselamatan serta kelancaran aktivitas penerbangan. Karena itu, pencegahan karhutla di kawasan sekitar bandara menjadi perhatian penting yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Polsek Kawasan Bandara Supadio mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Petani dan pemilik lahan diharapkan mematuhi ketentuan yang berlaku serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Melalui patroli rutin, sosialisasi, dan pemasangan media imbauan, Polsek Kawasan Bandara Supadio berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat ditekan dan aktivitas penerbangan di Bandara Supadio tetap aman serta lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *