Polsek Batu Ampar Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla, Api dan Asap Berhasil Dikendalikan

Blog7 Dilihat

KUBU RAYA – Personel Polsek Batu Ampar bersama tim P2KLK PT FSL dan warga setempat melakukan pemadaman serta pendinginan lahan yang terbakar di wilayah Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (11/10/2026).

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan pada dua titik koordinat lahan terbakar, yakni -0.8539600, 109.5469800 dan -0.8543700, 109.5491100. Berdasarkan pemantauan di lapangan, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari sumber air sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas memanfaatkan embung yang tersedia di sekitar lokasi dengan persediaan air seadanya. Sejumlah peralatan dikerahkan, meliputi dua unit mesin pemadam, 30 selang, dua nozzle.

Berkat kerja sama personel kepolisian, tim perusahaan, dan masyarakat, proses pemadaman serta pendinginan berhasil diselesaikan pada pukul 17.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, api dan asap di lokasi tersebut sudah tidak ditemukan.

Meski demikian, pengecekan ulang terhadap titik panas atau hotspot tetap diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali di area bekas kebakaran.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sosialisasi pencegahan karhutla akan terus dilakukan melalui peran Bhabinkamtibmas dan koordinasi bersama perangkat desa serta masyarakat setempat.

Langkah tersebut penting mengingat kawasan lahan gambut yang digunakan untuk kegiatan pertanian memiliki potensi kebakaran yang dapat meluas, bahkan mengancam permukiman warga apabila tidak segera ditangani.

Polsek Batu Ampar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan. Dengan deteksi dini dan penanganan cepat, risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kubu Raya diharapkan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *