Polsek Sungai Raya Berjibaku Padamkan Karhutla 3 Hektare di Kuala Dua Kubu Raya

BERITA90 Dilihat

Kubu Raya – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan personel Polsek Sungai Raya. Petugas Regu 4 On Call Karhutla turun langsung ke lokasi lahan terbakar di Jalan Sultan Agung, Dusun Keramat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning, terdeteksi satu titik hotspot di wilayah hukum Polsek Sungai Raya dengan kategori medium.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan mendapati lahan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Kondisi lahan yang ditumbuhi pakis, rumput, serta semak-semak kering membuat api berpotensi cepat menjalar.

Untuk menjinakkan kobaran api, petugas mengerahkan dua unit mesin Robin, sembilan rol selang, dua selang hisap, serta dua nozzle. Proses pemadaman dilakukan sekaligus dengan penyekatan untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas.

Kondisi di lapangan juga menjadi tantangan tersendiri. Sumber air berada sekitar 100 meter dari titik kebakaran dan ketersediaannya relatif minim. Di sisi lain, lokasi lahan terbakar berada tidak jauh dari bekas bangunan pabrik nanas dengan jarak kurang lebih 100 meter.

Polres Kubu Raya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi cuaca panas dan minim curah hujan dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas.

Penanganan karhutla pun dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Monitoring titik panas secara berkala melalui sistem pemantauan maupun pengecekan langsung di lapangan perlu terus dilakukan, terutama di kawasan yang rawan terbakar.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga warga juga menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla kembali terjadi.

Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api di lahan gambut dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *