Viral Dugaan Pembegalan Perempuan di Sungai Kakap, Polisi Dalami Fakta Sebenarnya

BERITA34 Dilihat

KUBU RAYA – Informasi dugaan pembegalan terhadap seorang perempuan berusia 19 tahun di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Polisi kini menyelidiki peristiwa tersebut untuk memastikan fakta sebenarnya, termasuk dugaan korban diikuti pengendara lain sebelum mengalami kecelakaan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Sungai Bemban 26, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Setelah menerima laporan dari warga, Unit Reskrim Polsek Sungai Kakap mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan awal.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, korban yang merupakan warga Kecamatan Sungai Kakap saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Fino dari Jalan Gajahmada, Pontianak, menuju kediamannya di Desa Punggur Kecil.

Saat melintas di Jalan Sungai Bemban, korban mengaku merasa diikuti seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor berwarna hitam dan mengenakan helm hitam.

Merasa panik, korban kemudian memacu sepeda motornya. Kendaraan tersebut kemudian oleng hingga korban terjatuh.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada tangan kiri dan luka pada bagian kepala. Sepeda motor yang dikendarainya juga mengalami kerusakan berat.

Meski informasi mengenai dugaan pembegalan telah beredar luas di media sosial, polisi belum menyimpulkan bahwa korban menjadi sasaran kejahatan tersebut. Keterangan mengenai adanya pengendara lain yang mengikuti korban masih didalami melalui pemeriksaan korban, saksi, serta temuan di lapangan.

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan mendalam dan penuh kehati-hatian untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya,” ujar Ade, Kamis (17/9/2026).

Dalam penyelidikan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sungai Kakap telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menemui korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sudarso, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi juga menelusuri informasi yang beredar di media sosial untuk mencocokkannya dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Langkah itu dilakukan guna memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk apa yang terjadi sebelum korban terjatuh.

Ade mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar sebelum hasil penyelidikan kepolisian diperoleh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar. Saat ini, kami dari Polres Kubu Raya masih mendalami peristiwa tersebut secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya,” tegas Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *