Hotspot Nihil, Polsek Sungai Raya Tetap Patroli Cegah Karhutla di Dua Lokasi

BERITA51 Dilihat

KUBU RAYA – Meski tidak ditemukan titik panas atau hotspot, personel Regu Karhutla Polsek Sungai Raya tetap turun melakukan patroli pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah lokasi rawan.

Patroli tersebut digelar pada Kamis (17/9/2026) malam, mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Personel menyambangi dua lokasi yang sebelumnya menjadi titik perhatian penanganan Karhutla, yakni Jalan Angkasa Pura 2, Dusun Wonodadi, Desa Arang Limbung, serta Jalan Madu Sari, Dusun Tanjung Puri, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam patroli tersebut, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan dan memastikan tidak adanya titik api yang masih menyala maupun potensi api kembali muncul.

Untuk mengantisipasi apabila ditemukan titik api, personel juga membawa sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya dua unit mesin Robin, lima rol selang, dua selang hisap, dua nozzle, serta enam jerigen cairan X-Fire.

Patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan kondisi di lokasi yang sebelumnya terdapat Karhutla tetap aman dan tidak kembali muncul titik ap.

Pemantauan juga dilakukan melalui aplikasi Lancang Kuning. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah hotspot di wilayah hukum Polsek Sungai Raya tercatat nihil.

Meski demikian, personel tidak hanya mengandalkan pemantauan melalui aplikasi. Pemeriksaan langsung ke lapangan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran saat cuaca panas dan curah hujan rendah.

Selain melakukan pengecekan, petugas juga melakukan penyelidikan terkait kepemilikan atau pihak yang menguasai lahan serta memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar lokasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polsek Sungai Raya menilai pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla. Patroli dan monitoring secara berkala akan terus dilakukan, baik melalui pemantauan aplikasi maupun pengecekan langsung ke lokasi.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat mempersempit peluang munculnya titik api baru sekaligus mencegah kebakaran meluas, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.

Sinergi dengan masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat. Pencegahan Karhutla membutuhkan peran bersama agar lahan tidak dibuka dengan cara membakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *