Lahan Gambut Terbakar di Teluk Pakedai Kubu Raya, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

BERITA75 Dilihat

KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Gunung Ambawang, Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Polisi bersama tim pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di lahan gambut seluas sekitar 2 hektare.

Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan pada Minggu (30/8/2026) mulai pukul 12.00 WIB. Petugas gabungan dikerahkan untuk mencegah api kembali membesar dan merambat ke area lain.

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat di antaranya Kapolsek Teluk Pakedai IPTU Arijito Tri Susanto Hutagaol, S.H., M.H., Kapolsek Kubu IPDA Muhammad Rosyid, S.H., Kanit Binmas AIPTU Heri Siswanto, Bhabinkamtibmas AIPTU Munawar, AIPDA Dian Iryandi, BRIGPOL Ari Mulyandra, serta Babinsa Sertu Harsono.

Selain itu, sebanyak 10 personel tim Damkar PT MAR turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

5 Titik Hotspot Diverifikasi

Petugas melakukan pengecekan lokasi menggunakan GPS dan menemukan lima titik hotspot yang perlu ditangani. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.

Jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga mencapai sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat petugas dapat lebih fokus melakukan pemadaman di area terdampak, namun karakteristik lahan gambut tetap menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari satu unit mesin pemadam Polsek, dua unit mesin pemadam milik PT MAR, hingga satu unit mobil tangki Damkar.

Total terdapat 10 rol selang berukuran 1,5 inci, empat nozzle, empat selang hisap, serta sejumlah kendaraan dinas yang digunakan untuk mendukung penanganan di lokasi.

Bara Api di Dalam Gambut Jadi Tantangan

Petugas menghadapi kondisi lahan yang cukup sulit. Area yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak dan pepohonan kering. Bara api bahkan masih dapat bertahan cukup dalam di bawah permukaan tanah.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air menjadi lebih banyak karena pemadaman tidak cukup hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan.

Angin kencang juga menjadi kendala. Tiupan angin berpotensi membuat api dengan cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

Tak hanya itu, kepulan asap tebal turut mengganggu jarak pandang petugas saat melakukan pemadaman.

Kendala lainnya adalah tidak tersedianya parit tersier sebagai tempat penampungan air. Akibatnya, petugas masih mengandalkan pasokan air dari tangki mobil Damkar untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Polisi Cegah Api Merambat

Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pembasahan di sekitar area terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api merambat ke lahan yang belum terbakar sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyebaran api ke arah permukiman.

Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk mengetahui pemilik lahan yang terbakar.

Selain penanganan api, petugas memberikan saran agar di sekitar kawasan tersebut dibuat saluran parit atau embung sebagai tempat penampungan air. Langkah itu dinilai penting untuk memudahkan penanganan apabila kembali terjadi kebakaran.

Saat dilaporkan, sebagian api telah berhasil dipadamkan. Namun, kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian lokasi yang mengindikasikan adanya bara yang berpotensi kembali membesar.

Petugas pun masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *