Tragis! Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik Saat Cas HP

PERISTIWA28 Dilihat

Seorang karyawan peternakan ayam petelur di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar istirahatnya. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggam.

Korban diketahui bernama Desta Ramandus (18). Ia ditemukan tak bernyawa di kamar karyawan yang berada di area Peternakan Ayam Petelur PT Tata Mulia Fortuna, Jalan Madu Sari, Dusun Karya Baru, RT 001/RW 006, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap di dalam kamar, sementara handphone yang sedang diisi daya ditemukan menempel di bagian dada kanan korban dalam kondisi terbakar.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.

“Saksi awalnya memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya dalam keadaan setengah terbuka,” ujar Ade, Jumat (30/1/2026).

Saat masuk ke dalam kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, saksi mendapati luka bakar di bagian dada, warna kulit tubuh korban membiru, dan korban sudah tidak bernyawa.

“Saksi kemudian mencabut kabel charger handphone yang masih terhubung dengan korban. Saat itu handphone korban ditemukan melekat di dada sebelah kanan dalam kondisi terbakar,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil pemilik peternakan ayam. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari dan pihak keluarga korban.

Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).

“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah,” kata Ade.

Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengecek kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan korban.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun demikian, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologis dan penyebab pasti kejadian tersebut,” tegas Ade.

Polisi juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, khususnya saat mengisi daya handphone. Masyarakat diminta memastikan kondisi kabel dan stop kontak dalam keadaan layak, tidak rusak, serta lingkungan sekitar aman dan kering guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *